Penutup 25

Tadi sempat berfikir apa kira2 yang terjadi kalau tidak ada tanggal 24? Tiba2 loncat gitu dari 23 ke 25. atau yang lebih logis aja kenapa saya ga lahir di tanggal 29 Feb aja, at leats cuman 1 kali dalam 4 tahunkan?

entahlah, menjelang esok banyak sekali huru hara di hati, galau, padahal besok udah mau lewat 1/4 abad. Mungkin ada efek dari hormon yang beredar ke sana sini.

entahlah, saya hanya bisa berdoa yang terbaik. semoga bisa menjadi ummi yang baik buat ghozi, menjadi istri yang solehah buat uda, menjadi anak yang berbakti buat orang tua, kakak yang baik buat adik2, menjadi menantu yang baik di hadapan kakak ipar, menjadi manusia yang bermanfaat.

banyak sekali permintaan hamba Ya Allah….

satu lagi ya Rabb, semoga kelak Engkau izinkan bertemu denganMu dan Rasulullah… Aamiin….

 

-jangansampaibesokgalaulagi-

 

Mendesain generasi

Barusan baca artikel d theasianparent, salah satu quote yang penting menurut saya adalah ‘ Jika bayi tidak mendapat pola teratur, sistem kesenangan mereka tidak matang dan dapat memicu gangguan emosional seperti depresi’

Tertarik dengan kata pola yang teratur. Muslim melaksanakan puasa di bulan Ramadhan dengan pola yang sangat teratur. Bangun sebelum subuh untuk tahajud, sahur, subuh dan tilawah. Ketika matahari mulai naik, sholat duha. Sholat sunat Rawatib yang amat sangat di jaga selama Ramadhan karena begitu banyak pahala nya. Ketika maghrib berbuka dengan makanan yang manis, dan dilanjutkan dengan tarawih dan Witir pada malamnya. Semua itu adalah pola yang teratur yang kita laksanakan selama 30 hari. Dalam sebuah seminar saya ingat salah satu kata trainer nya, untuk membentuk suatu pola menjadi sebuah kebiasaan kita harus melakukannya selama 30 hari. Nah dalam bulan Ramadhan saja kita melakukan nya selama 30 hari, maka tentu saja dan seharusnya itu sudah langsung menjadi kebuasan kita setelah bulan Ramadhan usai. Namun kenapa yang terjadi malah sebaliknya? Setelah Ramadhan semua itu menguap dan seakan-akan kita amat sangat tertatih dalam melaksanakan ibadah? Selfnote untuk diri sendiri. 😔

Jauh sebelum para ahli meneliti Islam telah ada memberikan solusi. Pola teratur untuk bayi pun bisa kita desain dari sekarang, karena mereka kertas putih yang akan kita beri corak kehidupan seperti yang kita inginkan, ingin anak Hafiz quran, maka buat pola mendengarkan tilawah atau murothal. Buat jam khusus pagi hari untuk mendengarkan orang tua nya tilawah, selama bermain dengarkan murothal quran,maka pola2 seperti ini, akan membuat anak terbiasa dengan Alquran. Atau ingin anak suka membaca. Maka pola kan setiap pagi untuk membacakan buku untuknya. Toilet training sebenarnya juga sebuah pola yang teratur . Begitu juga dengan makan, di pola kan untuk makan duduk, minum duduk, (ummi yang ini bener2 jadi catatan buat ghozi).

Dan ujung dari quote d atas adalah pola yang tidak teratur akan membuat kesenangan bayi terganggu dan depresi, mungkin ini jadi catatan penting bagi saya seorang ibu. Saya ingin kelak ghozi menjadi anak yang matang, dan tangguh. Dan itu tergantung dengan pola yang akan buat sekarang. Sebenarnya juga sedang tertatih. Bagaimana supaya pola kehidupan ghozi sesuai dengan apa yang Radulullah ajarkan.Intinya adalah komitmen dan kesabaran dalam melaksanakan pola tersebut. Wallahualam.

Di tulis untuk mengingatkan diri sendiri untuk kembali berkomitmen mengajarkan kebiasaan yang baik untuk ghozi. Beberapa print dibatasi sudah berjalan, namun masih lemah, masih butuh penguatan dari orang2 terdekat. Semangat menjadi ibu pembelajar.

 

 

 

I am back (really?)

morning blog, 😀

finally, ada waktu buat nulis, mumpung ghozi masih tidur 😀
Terakhir ngisi blog waktu kontraksi hebat di bulan kedelapan kehamilan dan sekarang yang nendang2 itu dah keluar wkwkwkwk… Let me introduce you to him. His name is Ghozi Munifan Yusral. Nama yang di pikirkan uda hanya dalam semalam sampe ga bisa tidur. Padahal sebelum itu deretan nama sudah di siapkan. Entah kenapa ga ada yang kepake. Pas habis lahiran di tagih nama sama suster nya buat dibikin surat kelahiran. Jadilah si uda pusing tujuh keliling nyari nama lagi wkwkwkwk… Ghozi artinya pejuang. Munifan yang mulia dan Yusral di ambil dari nama terakhir uda yang artinya kemudahan. jadila pejuang yang mulia dan diberikan kemudahan 😀

Tepat lahir hari Selasa pukul 16.22 WIB tanggal 27 Januari 2014. Hilang sudah semua rasa sakit, rasa lelah, langsung tergantikan dengan rasa haru, sukacita, penuh syukur dan bahagia yang luar biasa, alhamdulillah my baby boy lahir dengan selamat dan tak kurang satu apapun. Baru lahir langsung pee dan pub 😀 Kita antara nangis dan ketawa waktu itu. Tangis haru dan tertawa bahagia. Dan alhamdulillah waktu itu ada Uda yang slalu menemani, dari awal kontraksi, sampe proses melahirkan, bahkan Uda lah yang mengajarkan saya bagaimana cara nya ngeden >_<  Kata dokter Uda berbakat jadi bidan wkwkwkwk….:D

Dan sekarang hampir 14 bulan usia anak kecil ummi. Udah bisa jalan, mulai ngomong, manggil abi masih bilang abaaa, manggil ummi cuman kedengaran mi nya doang 😀 , bisa bilang mbah kalo lagi makan (tambah maksudnya, ghozi doyan makan 😀 ) bilang, itu, apa, tau kalau doa tangan di angkat, sholat itu allahu akbar, ngerti kalo ummi mau keluar pake jilbab, malah jilbab nya di sodorin biar ngajakin dia keluar 😀

waaah… cerita tentang anak ga ada habisnya ya 😀

Let the story about ghozi begin here ya my lovely blog 😉

Istrimu Bukan Pembantu

So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?

green gardening time

Obrolan di suatu siang dengan seorang kawan via Messenger..

  • Me: “Udah berapa bulan dek hamilnya?”
  • Fulanah: “Masuk trimester 3 mbak..”
  • Me: “Wah udah berat banget tuh rasanya.. Mau ngapa-ngapain serba salah. Begah..”
  • Fulanah: “Banget mbak, udah susah kalo duduk nyuci atau angkat yang berat-berat. Kalo habis ngerjain kerjaan rumah rasanya capek banget.. Nggak ada tenaga..”
  • Me: “Semua dikerjain sendiri? Emang suami nggak bantu-bantu dek?”
  • Fulanah: “Iya mbak, nggak ada pembantu. Suami mana mau bantuin aku beresin rumah. Pantang banget buat dia mbak. Aib..”
  • Me: “Lho, kenapa? Rasulullaah aja mau lho bantuin kerjaan istri. Kasian kamu dek, hamil besar masih harus kerja berat.. ”
  • Fulanah: “Entahlah mbak. Dari awal nikah emang udah begitu.. Ya mau gimana lagi..”

Saya menghela nafas panjang. Masih ada ya suami yang menganggap pekerjaan rumah adalah wilayah otoritas istri. Bahkan ketika sang istri sedang mengandung pun tak pernah mau…

View original post 1,251 more words

8 Bulan 5 hari

IMG_20150102_130406

‘Alhamdulillah sudah 8 bulan 5 hari ya nak. Yang sabar di dalam ya.. 2 minggu lagi dah boleh keluar kok ketemu ummi sama abi. Tapi kalau sekarang, sabar dulu ya di dalam.’

Si kecil sepertinya udah ga sabar pengen keluar, geraknya sangat aktif sehingga beberapa hari yang lalu saya harus di rawat di rumah sakit karena kontraksi dini. Usia kehamilan baru 35 minggu, namun kontraksi nya sudah seperti orang pembukaan 4, kenceng en kuat. Serasa ada dorongan ke bawah. Akhirnya harus sabar bed rest selama 6 hari. Semuanya harus di kerjakan dari atas tempat tidur. Ga nyaman banget. Awal-awalnya saya bandel, kalau bak ga mau d tempat tidur, mau nya ke toilet. Karena kontraksinya ga kunjung berkurang, saya harus memaksakan diri untuk tidak lagi turun dari tempat tidur.

Tidur sepanjang hari juga tidak menyenangkan. Bawaannya boring, pegel. Pengen jalan-jalan, keluar liat aktivitas orang-orang, tapi apalah daya. Segala macam aktivitas harus di batasi biar dedeknya ga bikin kontraksi. Di tempat tidur juga ga nyaman, miring kiri, miring kanan, kalo telentang si dedek protes, geraknya jadi lebih banyak en bikin sesak.

Kata uda ini ujian kesabaran buat saya. Iya.. Bener banget. Ujian kesabaran biar saya dan dedek selamat. Ujian kesabaran juga buat uda yang rela tidur di lantai selama 6 malam. Hiks.. Kasihan liat uda yang tiap hari bolak-balik ambil baju, bangun tengah malam karena saya pengen bak, yang slalu nyuapin saya, afwan jiddan karena waktu itu ga patuh ya da. Di suruh istirahat tapi ga mau akibatnya sampe kontraksi. Janji ga bakal bandel lagi di suruh istirahat. Love u more dear…

Meninggalkan Cinta Terlarang

Izin reblog bg

RANGTALU

apalah artinya kehilangan jika Allah berikan ganti yang lebih baik dari apa yang kita tinggalkan karena-Nya

Manakala keinginan jiwa terhadap perkara-perkara yang diharamkan begitu besar, hasrat untuk memenuhi panggilan nafsu tersebut begitu kuat, ditambah dengan banyaknya sarana untuk melakukannya, maka semakin besar pula ganjaran yang Allah sediakan bagi mereka yang mampu untuk meninggalkannya. Allah lipat gandakan pahala bagi mereka yang ber-mujahadah untuk melepaskan jiwa dari kungkungan syahwatnya.

Dan Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Ganti yang akan Allah berikan bermacam-macam. Ganti yang paling utama adalah kebahagiaan bersama Allah, kecintaan, dan ketenangan hati tatkala mengingat Nya. Selain itu, Allah pun akan mengganti dengan bertambahnya kekuatan, semangat, dan harapan yang tinggi akan keridhaan kepada-Nya saja. Iapun akan mendapatkan ganjaran dan kebaikan dalam kehidupan dunia, serta apa yang telah Allah siapkan untuknya di akhirat kelak.

Barangsiapa yang meninggalkan al-Isyq atau perasaan cinta yang terlarang, memutuskan semua sebab-sebab yang dapat membawanya kepada cinta tersebut, dan memboikot dirinya agar tidak terjerumus kedalamnya seraya mengharap wajah Allah dengan sepenuh jiwanya, niscaya…

View original post 124 more words